Search

Memuat...

SILABUS DAN RPP

CHAT

Tulisanku

Unduh Kurikulum 2013

Video

Jumat, 09 Maret 2012

Sejarah Batik Nusantara

SEJARAH BATIK NUSANTARA

Bagi masyarakat Pekalongan batik bukan hal yang baru. Batik sudah ada sejak zaman dahulu. Batik merupakan bagian sejarah masyarakat Kota Pekalongan. Oleh karena itu pengetahuan tentang batik sudah diajarkan sejak dini kepada siswa sekolah dasar.

A. Pengertian Batik
    Batik merupakan seni rupa terapan (kriya) yang ada hampir di sebagian daerah di wilayah nusantara dengan berbagai corak hias, motif, teknik, dan bahan. Hal tersebut disebabkan batik sebagai seni kriya dengan bahan tekstil menjadi bagian kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan sandang. Sehingga kita tidak asing lagi dengan istilah atau kata batik. Apa sebenarnya pengertian batik itu ?

     Di tinjau dari proses pengerjaan dan pengertian kata benda, batik dimaknai sebagai kain bercorak. Tim penulis dari Yayasan Harapan Kita menjelaskan bahwa batik berasal dari akar kata bahasa jawa tik yang mempunyai pengertian berhubungan dengan suatu pekerjaan halus, lembut, dan kecil yang mengandung unsur keindahan. Pengertian ini bertolak dari proses pembuatan batik dengan menitikkan lilin malam dengan canting sehingga membentuk corak yang terdiri atas susunan titik-titik dan garis-garis.

  
   Batik sebagai kata benda merupakan hasil penggambaran corak ragam hias di atas kain dengan menggunakan canting sebagai alat gambar dan malam sebagai zat perintang. Di dalam pengertian tradisi yang ketat, membatik adalah keseluruhan proses dari pembuatan pola, penentuan tujuan, pemilihan ornamen, pemalaman dengan canting tulis, penggunaan zat pewarna alam, sampai pelorodan. Jadi secara umum teknis batik identik dengan celup rintang dengan menyertakan zat pewarna , malam, dan kain sebagai objeknya. Melalui proses teknis inilah ragam hias ditampilkan pada kain.

     Menurut Dr. Kusnan Asa, arkeolog, peneliti, dan guru besar pasca sarjana UGM dalam bukunya Batik Pekalongan dalam lintas sejarah menjelaskan pengertian batik terdiri atas dua kata yang bergabung menjadi satu, yaitu kata ba dan tik yang keduanya hampir tidak memiliki arti apapun. Ba berasal dari kata bahan dan tik dari titik. Kalau dua kata digabungkan menjadi satu memiliki arti bahan dan titik yang disingkat batik.

     Pendapat lain mengatakan batik berasal dari bahasa jawa ambatik yang berasal dari kata amba dan titik. Amba (jawa) untuk menggambarkan kain yang luas (lebar), berarti menggambar kain dengan titik-titik kecil. Ada pula yang berpendapat batik berasal dari kata tritik yang berarti membuat pola kain dengan titik kecil. Ada pula yang memberi pengertian batik sebagai kependekan kata banyak titik. Berbagai pendapat tentang batik di atas pada intinya mengandung pengertian yang sama. Batik adalah kain yang diberi motif hias yang dimulai dari unsur titik.
     Dalam pelajaran seni rupa diketahui bahwa terjadinya bentuk diawali dengan titik. Bahkan titik merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam seni rupa.

B. Batik Nusantara
    Dalam mempelajari batik Pekalongan, kita tidak bisa terlepas dari sejarah batik daerah lain. Sebagai sebuah kebudayaan, batik Pekalongan tidak berdiri sendiri tetapi selalu berhubungan dengan batik daerah lain.
     Menurut S.K. Sewan Susanto.S. teks dalam bukunya yang berjudul Seni Kerajinan Batik Indonesia
     Mengungkapkan hasil penelitian tentang asal-usul batik Indonesia sebagai berikut :
1. Dari buku Bunga Rampai Sejarah Budaya Indonesia karangan Prof.Dr.R.M. Sutjipto Wirjosuparto mengatakan bahwa ;
    Bangsa indonesia sebelum bertemu dengan kebudayaan India telah mengenal aturan-aturan untuk menysun syair, mengenal teknik untuk membuat kain batik, mengenal industri logam,   

     pada salah satu halaman bukunya terdapat penegasan sebagai berikut :   
    Yang mengembangkan kesenian India di Indonesia adalah bangsa Indonesia sendiri. Jadi yang memperkaya kesenian Indonesia ialah orang-orang Indonesia yang telah hidup dan belajar di India untuk beberapa waktu. Ini dibuktikan oleh bangunan-bangunan Borobudur, prambanan dan sebagainya. 

2. Dari buku Dr. Alfred Steinmann (Prof. ehnologi Universitas Zurich) ; Batik A Survey of Batik Design terbitan F. Lewis Publisher Limited 1959 mengatakan :
 
     a. Pada zaman T'sang dinasti di Cina (620-907 AD), raja cina itu sangat tertarik pada batik sehingga
         menyuruh ahli seninya berkeliling mempelajari batik di Balkhan, Karakorum, dan Turkestan Timur.     
     b. Menurut pendapat Rouffaer (sarjana Belanda) batik Indonesia berasal dari India Selatan. Pendapat 
         Rouffaer ini mungkin hanya berdasarkan lukisan lilin atau wax resist, tidak memperhatikan  
         perbandingan desain dan waktu berkembangnya peristiwa pada masing-masing tempat.
     c. Pada tahun 1516 di Palikat dan Gujarat dari pantai utara Malabar (India) dibuat sejenis kain batik   
         secara lukisan lilin. Kemudian kain berkembang dan banyak dipasarkan di Malaya dengan sebutan 
         kain palekat    
     d. Pada abad 17 dan 19 batik dari India selatan mencapai puncak perkembangannya. 
         Kain batik dari Daka ini dibuat secara wax resist dikombinasikan dengan lukisan warna.

     e. Dibandingkan dengan batik dari beberapa negara, yang pada umumnya bermotif geometris, batik  
         Indonesia bermotif lebih tinggi. Kecuali pada motif geometris terdapat motif-motif lainnya dan banyak  
         variasinya.
     f. Batik-batik dari dari negara lain di contohkan sebagai berikut :

       1) Batik Yapan berkembang pada zaman dinasti Nara sampai sampai abad pertengahan, kemudian 
           menghilang. Prosesnya dengan teknik wax resist, secara painting, dan wooden stencil (setak cukil 
           kayu). Batik ini disebut rokechi. Cara lain dibuat secara pecahan wonogiren yang disebut Katanori. 
       2) Batik cina yang dibuat pada zaman dinasti T'ang dan dibuat secara wax resist (rintang lilin)  yang 
           disebut Miao.
       3) Batik bangkok dengan teknik wax resist disebut Phanung.
       4) Batik Rusia (Turkestan Timur) disebut Bokhara.

     g. Berdasarkan perbandingan desain dan memperhatikan waktu mulainya perkembangan setempat, batik 
         tulis baru berkembang pada akhir abad 17. Contoh batik tersebut adalah batik Koromandel 
         didapatkan di Minahasa dan bermotif tumpal. Di India dalam seni ragam hias tidak terdapat tumpal. 
         Jika diperhatikan, motif batik koromandel yang sampai di Aceh dan pinang tidak bermotif tumpal.
         yang motif serta ornamen isennya sangat berbeda dengan batik Indonesia. 

 
3. G.P. Rouffaer dalam bukunya De Batik-Kunst berpendapat sebagai berikut :
  a. Menurut asalnya Batik Jawa berasal dari luar. Awal pertamanya oleh orang Kalingga dan Koromandel 
      Hindu. Permulaannya orang-orang tersebut sebagai pedagang, kenudian sebagai imigran kolonisator 
      sejak kurang lebih 400 AD mulai mempengaruhi Jawa. 
  b. Perkembangan proses lilin di Kalingga - Koromandel berjalan sampai pada periode pengaruh hindu 
      terakhir , yaitu pada zaman Daha di Kediri. (1100 - 1222 AD) 
  c. Pada kurang lebih1400 AD mulai terjadi perubahan dan pada kurang lebih tahun 1518 sudah meluas 
      pengaruh Islam di Jawa, akibatnya perkembangan batik di Jawa menjadi bebas berdiri sendiri.
      Peralihan Jawa menjadi seni kerajinan dengan kata lain sebagai langkah permulaan bahwa batik Jawa
      menjadi seperti keadaan sekarang terutama di Jawa Tengah.
  d. Pada perkembangan lebih lanjut di Jawa pengaruh seni batik lebih ditekuni motif dan tekniknya. Batik
      mengalami kemajuan terutama di Jawa Tengah.
  e. Ciri umum motif batik Jawa dan tipe ornamen-ornamen Jawa mempunyai kesamaan sebagai berikut;
      Bahwa dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa batik yang berkembang di Indonesia
      dipengaruhi oleh kebudayaan India dan Cina. Kebudayaan tersebut kemudian dikembangkan sendiri
      oleh orang-orang indonesia.

C. Batik Daerah 

Menurut penelitian di Indonesia mempunyai kebudayaan batik. Kebudayaan batik itu antara lain sebagai
berikut :

1. Batik Tasikmalaya
    Menurut Sewan Susanto, batik Tasikmalaya berasal dari pengikut Pangeran Diponegoro yang datang ke daerah tersebut. Kedatangan pengikut Pangeran Diponegoro dari Jawa Tengah membawa kebudayaan batik. Namun menurut buku Indonesia Indah batik di Tasikmalaya merupakan hasil pengaruh batik keraton.
     
     Pada  awalnya batik Tasikmalaya berwarna krem, coklat, dan kehitam-hitaman. Warna hitam ini dihasilkan dari daun tarum (indigofera) yang dibusukkan. Bahan ini biasa digunakan dalam batik klasik dari Jawa Tengah. Namun pada perkembangannya kemudian batik Tasikmalaya banyak menggunakan warna cerah seperti batik pesisiran.
     Motif batik Tasikmalaya yang terkenal adalah motif Balabag, yaitu motif yang menggambarkan keadaan alam, seperti rawa dan tumbuhan sejenis bunga kamboja. Motif isen yang banyak digunakan adalah sawut dan cecek (garis dan titik ).


2. Batuk Cirebon
    Pada awalnya batik cirebon juga banyak mendapat pengaruh dari Jawa Tengah. Namun kemudian batik cirebon menemukan gayanya sendiri yang banyak terpengaruh oleh motif-motif dari cina, seperti motif burung phoenik, awan (megamendung), dan liong (singa). Motif-motif khas cirebon yang tidak ada di daerah lain ialah motif megamendung dan wadasan (bukit batu).

3. Batik Lasem
    Batik Lasem yang kita pelajari memiliki ciri yang menonjol. Batik Lasem dikerjakan dengan teknik batik tulis. Pada batik Lasem tidak dikenal teknik cap. ang dianggap batik kuno dari Lasem antara lain berupa kain panjang atau kain sarung dengan kepala sarung (pasung) bermotif campuran gaya Cina dan Jawa Tengah. 


4. Batik Tuban
    Daerah batik di Tuban antara lain terdapat di Kerek, Merak, Urak, dan Kota Tuban. Yang terkenal dari batik Tuban adalah bahan yang dipakai dari bahan kain tenun tangan yang disebut mori gedog. 
    Motif batik Tuban terdiri atas motf geometris dan flora fauna. Namun yang khas dari motif geometris batik Tuban dengan meniru struktur tenunan kembang. Nama-nama motif geometris batik Tuban antara lain, krompol, kijing, miring, nitik, kembang pala, rengganis, dan lain-lain. Terkadang motif batik dikerjakan dengan canting cecek pitu.
     Warna-warna batik geometris dari Tuban, antara lain merah, biru, dan putih. Warna antara merah dan biru dipadu sehingga mendekati warna hitam.
   


 

           

0 komentar:

BATIK KLS 3

BATIK KLS 4

BATIK KLS 5

BATIK KLS 6

Pilih Bahasa

KALENDER

Arsip Blog

Matematika, 4,5,6

M-edukasi

www.m-edukasi.web.id blog guru
Sahabat Edukasi

Tentang Saya