SILABUS DAN RPP

CHAT

Tulisanku

Unduh Kurikulum 2013

Video

Sabtu, 14 April 2012

Batik Aplikasi

BATIK APLIKASI

Pernahkah kita menghias gerabah seperti kendi, lemper, (piring tanah), klenting dengan potongan kain perca batik ? Pekerjaan ini hampir mirip dengan montase atau kolase. Sehingga hasulnya barang-barang tersebut tampak indah dengan hiasan yang sangat variatif. Dalam materi kali ini tentang batik aplikasi sebenarnya merupakan pekerjaan menghias benda dengan cara menempelkan kain perca batik pada permukaan atau bidang suatu benda sehingga dihasilkan benda dengan hiasan motif batik, pekerjaan seperti ini disebut dengan batik aplikasi. Sekarang ini banyak dijumpai barang-barang kerajinan seperti tas, dompet, sarung bantal, gerabah dan lain-lain yang mengandung unsur seni batik aplikasi.
Ini adalah beberapa contoh aplikasi batik
Android dalam aplikasi batik

Aplikasi kupu-kupu


Senin, 09 April 2012

Mengenal Motif Batik

MENGENAL MOTIF BATIK

Apakah yang kamu ketahui tentang motif batik ? Motif batik adalah ganbar hias pada sehelai kain batik. Motif batik dikelompokkan menjadi dua yaitu motif tradisional dan motif modern (kreasi baru).
Pada motif batik tradisional itu sendiri terbagi menjadi dua kelompok yaitu :

1. Motif Geometris, yaitu motif batik yang memiliki unsur bidang atau unsur ilmu ukur.
    Motif geometris antara lain; Motif Kawung, motif Tumpal, Motif Lereng, 
    Motif Pilin, Motif Swastika, dan Motif   Ceplokan. 
2. Motif Non Geometris, Yaitu motif yang tidak mengandung unsur ilmu ukur
    atau bidang. Motif Non Geometris antara lain ; Motif Tumbuhan yang terdiri
    dari : bunga, daun, buketan, pohon hayat dan sebagainya. Selain motif tumbuhan
    yang termasuk dalam motif non geometris juga ada motif binatang yang terdiri
    dari : Naga, burung, kupu-kupu, garuda ( sepasang sayap dan ekor),
    sawat (garuda tanpa ekor), Lar, Sayap satu sisi. Mari kita bahas satu persatu
    motif geometris di atas.

A. Motif Kawung

Kawung dalam bahasa sunda berarti buah aren atau kolang-kaling. Motif kawung menyerupai
buah kawung yang dipotong-potong sehingga kelihatan empat bijinya. Mungkin motif kawung meniru
buah aren atau kolang-kaling seperti di atas. Berikut contoh gambar motif kawung :
gbr. Motif Kawung
gbr. Motif Kawung



B. Motif Tumpal

Motif Tumpal adalah motif yang menyerupai bentuk dasar segitiga sama kaki. Pada perkembangannya
bentuk motif tumpal mengalami banyak variasi. Gambar di bawah ini hanya beberapa contoh saja :
gbr. Motif Tumpal
gbr. Motif Tumpal di tengah kain 
C. Motif Lereng

Motif Lereng disebut juga motif liris atau parang, Yaitu motif yang tersusun menurut garis miring. Motif ini
mempunyai banyak coraknya. Ada motif udan liris, Parang rusak, Parang kusuma, Parang teja dan lain-lain.
gbr. motif Lereng
gbr. Salah satu motif Lereng
D, Motif Pilin

Motif Pilin artinya spiral atau pir. Motif ini mempunyai bentuk dasar huruf "S", selain bentuk S tunggal juga terdapat Motif S berkait (saling berhubungan/ bergabung) yang disebut pilin berganda.
Motif Pilin
Motif Pilin

E. Motif Swastika

Motif Swastika adalah motif yang mempunyai bentuk dasar huruf Z bersilang. Apabila motif swastika ini disambung-sambung maka akan membentuk motif baru yang disebut dengan motif banji. Perhatikan contoh gambar di bawah ini :
Motif Banji
beberap bentuk motif swastika

F. Motif Ceplokan

Motif Ceplokan yaitun motif yang memiliki bentuk dasar segi empat, lingkaran, belah ketupat, elips, dan sebagainya yang tersusun teratur berulang-ulang dalam satu motif. Biasanya bentuk dasar tersebut diisi dengan berbagai gambar seperti bunga, binatang, garis-garis, dan sebagainya.
gbr. Motif Ceplok segi empat

gbr. Motif ceplok bentuk lingkaran


G. Motif Tumbuhan

Motif tumbuhan adalah motif yang terdiri dari daun, bunga, dahan, kuncup, dan sebagainya. Berikut beberapa contoh motif tumbuhan :
Motif Tumbuhan
Motif Tumbuhan
Motif Hewan
Motif Hewan

Senin, 02 April 2012

HUBUNGI SAYA






























Fungsi Batik

FUNGSI BATIK

Pernahkah kalian ikut menghadiri acara resepsi pernikahan? Cobalah perhatikan baik-baik, untuk upacara pernikahan adat Jawa biasanya mempelai (Pengantin) mengenakan kain jarik dengan motif tertentu. Motif batik yang biasa dipakai pada acara pernikahan tersebut biasanya bermotif sidomukti. Motif sidomukti ini adalah termasuk motif tradisional. Motif Tradisional adalah motif yang digunakan atau dipakai secara turun-temurun dan tidak pernah berubah. Dalam pemakaian motif batik tradisional ini ternayata ada aturan-aturan tertentu dalam pemakaiannya.Dan aturan itu berlaku pada masyarakat tertentu yang memang sudah melekat pada kebiasaan atau adat-istiadat mereka. Sebagai halnya masyarakat yang tinggal di keraton Solo maupun Yogyakarta pada acara-acara tertentu selalu memakai batik sebagai simbol ataupun pakaian adat mereka. Maka secara umum sekarang fungsi batik telah mengalami perubahan dan pergeseran, hal ini dikarenakan batik tidak lagi didominasi oleh masyarakat keraton tetapi juga telah berkembang dan dipakai oleh masyarakat pada umumnya. Fungsi batik dapat kita golongkan menjadi dua kelompok yaitu :
1. Sebagai Busana seperti :
    daster, kemeja, jarik, sarung, selendang, kerudung dan sebagainya.

2. Sebagai benda kerajinan seperti :
    Taplak meja, seprei, hiasan dinding, gorden, tas atau sapu tangan dan sebagainya.

 No
  
Sebagai Busana                 Sebagai Benda Kerajinan      
  1.  
Daster
Taplak Meja
                                                           
  2.  
Kemeja
                                    Sprei                              
  3.  
Jarik/ Tapih
                       Hiasan dinding                          
   4. 
Selendang
                              gorden                                 
   5. 
                         Kerudung                        
                                   Tas                                  

BATIK KLS 3

BATIK KLS 4

BATIK KLS 5

BATIK KLS 6

Pilih Bahasa

KALENDER

Arsip Blog

Matematika, 4,5,6

M-edukasi

www.m-edukasi.web.id blog guru
Sahabat Edukasi

Tentang Saya