SILABUS DAN RPP

CHAT

Tulisanku

Unduh Kurikulum 2013

Video

Sabtu, 30 Juni 2012

RAPORT MOTIF CAP

    Raport (Sanggit : bahasa Jawa) adalah susunan dari pola motif batik yang saling menyambung sisi-sisinya ada 5 macam sesuai dengan cara menjalankan canting cap diantaranya adalah :
1. Raport Tubrukan
2. Raport Onda onde
3. Raport Lereng
4. Raport Mubeng
5. Raport Mlampah Sareng.

Berikut adalah beberapa contoh raport dalam batik cap :














Kamis, 28 Juni 2012

STRUKTUR CANTING CAP

    Sebagaimana di awal sudah dijelaskan mengenai canting cap. Pada awal sejarahnya canting cap (penera) yang dipakai bahannya terbuat dari kayu atau cukilan kayu. Namun dalam perkembangannya canting cap dari cukilan kayu tidak digunakan lagi hal ini dikarenakan kayu tidak bisa tahan lama dan mudah rusak. Maka sebagi gantinya digunakan tembaga yang ternyata memiliki daya tahan lama dan kuat baik terhadap panas maunpun zat kimia. Umumnya ukuran canting cap adalah 20 cm x 20 cm, atau 24 cm x 24 cm (menurut bentuk motifnya).Canting cap atau penera ini dibuat rangkap 2, satu untuk sisi  bagian atas kain dan dua untuk sisi bagian belakang kain. Jadi ketika dilakukan pekerjaan nerusi maka digunakan canting cap yang pola motifnya kebalikan (terbalik) dari canting yang ke satu. Ini biasanya diterapkan pada canting cap yang memiliki pola motif non geometris ( hewan dan tumbuhan). Sebaliknya ada juga canting cap yang bisa digunakan bolak-balik pada kedua sisi kain. Dan ini umumnya canting cap yang memiliki pola motif geometris (memiliki bentuk berupa bidang-bidang).

Gambar berikut adalah bagian-bagian canting cap :




















KETERANGAN :
1. Permukaan / penampang canting cap
2. Penahan permukaan canting cap
3. Konstruksi Penguat
4. Gagang canting cap
5. Kayu pegangan canting cap





Rabu, 27 Juni 2012

CARA MENJALANKAN CAP

    Disain pola canting cap selalu dirancang berdasar raportnya. Yang dimaksud raport di dalam pembuatan batik cap adalah susunan pola agar satu sisi canting cap menyambung dengan sisi lain bila dicapkan.
Sehingga nantinya pola batik yang dibuat bisa menyambung (menyatu). perhatikan raport canting cap sederhana di bawah ini. Gambar dibawah ini adalah penampang (permukaan) canting cap. Masing-masing sudut kita beri nama misalnya A, B, C, dan D. Di dalam merancang pola canting cap kita harus memperhitungkan bahwa sisi A-B harus bisa disambung dengan sisi C-D. Demikian pula sisi A-C harus bisa disambung dengan sisi B-D.


Cara menjalankan canting cap (lampah) ada beberapa macam yaitu :

1. Tubrukan yaitu bergeser satu langkah ke kanan dan satu langkah ke depan.
2. Onda onde yaitu satu langkah ke depan dan setengah langkah ke kanan.
3. Lereng yaitu dengan langkah bergeser satu langkah ke kiri depan mengikuti garis miring.
4. Mubeng yaitu dengan langkah berputar seperempat lingkaran dengan salah satu sudut sebagai titik pusat.
5. Mlampah Sareng yaitu apabila dua cap membentuk satu motif dengan keduanya berjalan bersama satu langkah ke depan.

PENGERTIAN BATIK CAP

    Batik Cap adalah batik yang proses pembatikannya menggunakan canting cap. Canting cap dibuat dengan lempengan kecil bahan tembaga membentuk corak atau motif pada salah satu permukaannya. Pembuatan canting cap dilakukan oleh orang yang memang ahli dalam hal tersebut. Permukaan canting cap menggunakan bahan lempengan tembaga tipis dengan alasan bahwa tembaga memiliki sifat lentur, mudah dibuat pola dan tahan terhadap panas.

    Permukaan canting cap tersebut dirangkaikan dengan struktur plat dari besi tipis dan kuat. Cara kerja canting cap ini sama dengan ketika menggunakan stempel. Hanya saja kita tidak menggunakan tinta sebagai jejak perintangnya, namun yang digunakan adalah cairan lilin (malam). Pada perkembangannya canting cap banyak mendapat pengaruh dari India dan Cina, bahkan sekarang sebagaian orang ada yang menggunakan cukilan kayu sebagai canting cap. Tentu dengan pertimbangan keunikan efek yang dihasilkan pada corak atau motif yang dihasilkan.

Pada awalnya canting cap hanya digunakan untuk pola-pola atau motif pinggiran, namun kini canting cap juga digunakan untuk mencetak pola pada seluruh permukaan kain. Hal ini karena dengan cara seperti ini akan dihasilkan pekerjaan yang lebih cepat, efektif dan efisien. Proses pemalaman (pengecapan) atau perintangan ini tentu saja tidak sesederhana yang diterangkan di atas. Pemalaman (pengecapan) dapat dilakukan beberapa kali tergantung jumlah warna yang dikehendaki. Setiap perajin yang ingin menghadirkan warna tertentu dalam batik maka bagian lain yang tidak akan diwarnai harus ditutup dengan malam. Proses pemalaman ini akan diikuti dengan proses pelorodan, yaitu proses melepaskan malam dari permukaan kain.

    Proses pembatikan dengan canting cap sama dengan proses menggunakan canting tulis. Makin banyak warna yang dibutuhkan makin sering pula proses pemalaman, pencelupan, dan pelorodan dilakukan. Namun dalam hal kerumitan, ketelitian, dan kesinambungan keseluruhan coraknya, hasil batikan canting cap tidak sebaik dan sehalus batik yang dikerjakan dengan canting tulis. Proses membatik terbagi atas tahap pemalaman, pewarnaan, dan penghilangan malam. Tahap-tahap tersebut didahului oleh persiapan kain yang harus memenuhi kualitas kehalusan, daya serap serat kain terhadap zat warna, daya tahannya terhadap zat kimia dan perubahan suhu. Kelebihan batik cap ini selain pengerjaannya lebih cepat, juga dapat membuat batik dengan motif yang sama secara massal atau bersama-sama dalam jumlah yang banyak. Dan hal tersebut tidak dapat dilakukan dalam batik tulis. Selain itu batik cap memiliki harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan batik tulis.
Minggu, 24 Juni 2012
Kamis, 07 Juni 2012

FREE DOWNLOADS

Mau download ? Yang gratis ..., disini GRATIS Semuanya !!!

Software & Aplikasi - GAME - BOOK - Media Pembelajaran - Image

Software & Aplikasi

1. Blacksmith_en (gadget for Windows 7)
2. Macrium_reflect (gedget for Windows 7)
3. runscanner
4. Kumpulan gedgetW7

GAME

1. SharkAttack (download free)
2. Alienstars (download free)
3. Theseus (download free)

BOOK

1. Panduan Belajar Bahasa Arab 1
2. Panduan Belajar Bahasa Arab 2

MEDIA PEMBELAJARAN

1. CD Pembelajaran untuk Kelas 1
2. CD Pembelajaran untuk Kelas 2
3. CD Pembelajaran untuk Kelas 3
4. CD Pembelajaran untuk Kelas 4
5. CD Pembelajaran untuk Kelas 5
Rabu, 06 Juni 2012

RAGAM HIAS NON GEOMETRIS

Tahukah kalian cara belajar yang paling menyenangkan dan mudah diingat ? Cara belajar yang paling menyenangkan dan mudah diingat adalah dengan memperoleh pengalaman secara langsung. Artinya untuk memperoleh pengalaman langsung kalian dapat melakukannya ke tempat produksi batik. Tempat-tempat seperti ini dapat kita temukan di wilayah Pekalongan. Di tempat produksi tersebut kalian dapat menanyakan banyak hal tentang batik.

Pada pembahasan yang lalu kita telah menyinggung bahwa motif hias batik tradisional terdiri atas motif geometris dan non geometris. 
1. Pengertian Ragam Hias Non Geometris
    Ragam hias non geometris adalah ragam hias yang tidak menggunakan unsur garis dan bidang geometri sebagai bentuk dasarnya. Secara garis besar bentuk motif hias non geometris terdiri atas motif tumbuhan dan motif binatang.
A. Ragam ( Motif Hias ) Tumbuhan
     Banyak unsur tumbuhan dapat dijadikan motif seni batik seperti ; daun, tangkai, kuncup, bunga, sulur, dan sebagainya. perhatikan gambar di bawah ini












B. Ragam ( Motif Hias ) Binatang
    Seperti halnya pada motif tumbuhan, motif binatang yang dijadikan sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan motif batik juga banyak, antara lain kupu-kupu, burung, sayap, kijang, dan lain sebagainya. perhatikan contoh di bawah ini :









C. Pengertian Batik
     Ada banyak pendapat tentang pengertian batik . Menurut Dr. Kusnin Asa, Batik berasal dari kata Ba dan Tik. Ba diambil dari kata bahan yaitu kain mori dan tik diambil dari kata titik, yaitu motif yang digunakan.. Jadi batik berarti bahan (kain) yang dihiasi motif (titik).
Selasa, 05 Juni 2012

BATIK CAP

Masih ingat dengan batik Cap ? Batik cap adalah batik yang pembuatannya atau penempelan lilin malamnya menggunakan canting cap. Cara kerja canting cap adalah seperti ketika kita menggunakan stempel. Dalam pembahasan kali ini kita akan mencoba berlatih membuat batik cap dengan alat dan bahan sederhana. Canting cap ini kta ganti dengan bahan alam seperti pelepah pisang, ketela, belimbing, daun-daunan, tangkai daun pepaya dan sebagainya. Untuk pengganti lilin malamnya kita gunakan cat air atai pewarna makanan. Dan sebagai ganti wajan kita gunakan tatakan yang diberi kapas atau kain. Motif yang dapat kita buat untuk cap sederhana ini umumnya lebih banyak ke motif buketan. Apa itu motif buketan ?
Motif buketan adalah motif yang berbentuk rangkaian bunga. Motif ini sangat terkenal sebagai salah satu motif batik Pekalongan. Sangat mudah bukan ??

Berikut adalah contoh hasil batik cap sederhana


Senin, 04 Juni 2012

MENGGAMBAR POLA BATIK

Sebelum memulai berlatih menggambar pola batik kita harus mengetahui lebih dulu bagian-bagian gambar motif dalam sebuah pola batik, yaitu :

1. Ornamen Pokok
2. Ornamen Isian (isen-isen)
3. Ornamen Pengisi Bidang

1. Ornamen Pokok
    Yang dimaksud gambar ornamen pokok yaitu bagian pola yang akan dijadikan pola utama, misalnya Di dalam batik yang berpola buketan maka pola pokoknya adalah berupa garis-garis gambar buket.

2. Ornamen Isian (isen-isen)
    Isian adalah gambar-gambar yang berfungsi untuk mengisi dan melengkapi gambar ornamen pokok. Ornamen isian atau isen dalam batik terdiri dari garis-garis dan titik-titik Isian (isen) yang berbentuk garis-garis disebut dengan sawut. Isian (isen) yang berbentuk titik-titik disebut dengan cecek. Sehingga isen yang terdiri dari titik dan garis disebut dengan sawut cecek.
Selain dari dua bentuk di atas, juga ada jenis isian batik yang lain diantaranya :
a. sisik
b. sisik melik
c. herangan
d. gringsing
e. sirapan
f. cacah gori

3. Ornamen Pengisi
    Yaitu pola-pola batik yang berfungsi mengisi bidang kain diluar ornamen pokok. Biasanya pola-pola pengisi bidang dibuat dengan ukuran kecil menyebar diseluruh dasar kain. Ornamen pengisi ini bisa berbentuk motif tumbuhan, binatang, ceplokan, atau motif geometris lainnya.

Jadi di dalam membuat gambar pola batik langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Membuat gambar ornamen pokok terlebih dahulu.
2. Gambar ornamen pokok yang sudah jadi diberi isen-isen pada setiap bagiannya.
3. Bidang-bidang kain yang diluar motif pokok atau disekeliling yang masih kosong dilengkapi dengan ornamen pengisi sesuai keinginan kita.

Berikut beberapa bentuk-bentuk motif Isian (isen-isen) :


cacah gori

cecek

cecek pitu

gelaran
gringsing
herangan

kembang cengkeh

kembang jeruk

kembang lombok

manggaran

mata deruk

rambutan
sawut

sawut cecek

sirapan

sisik
sisik melik

ukel

Berikut adalah gambar bagian-bagian ornamen pada sebuah pola motif batik :

BATIK KLS 3

BATIK KLS 4

BATIK KLS 5

BATIK KLS 6

Pilih Bahasa

KALENDER

Arsip Blog

Matematika, 4,5,6

M-edukasi

www.m-edukasi.web.id blog guru
Sahabat Edukasi

Tentang Saya