SILABUS DAN RPP

CHAT

Tulisanku

Unduh Kurikulum 2013

Video

Jumat, 06 Juli 2012

PENGERTIAN BATIK SABLON

    Bersamaan dengan meningkatnya kebutuhan manusia akan bahan sandang sangat mempengaruhi pola produksi tekstil. Berbagai cara pengusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar terkait dengan kebutuhan bahan sandang ini. Selain peningkatan kualitas juga diupayakan cara efektif dan efisien dalam peningkatan kuantitas atau jumlah produksi. Salah satu teknik terbaru dalam tekstil adalah dengan teknik printing. Termasuk produksi kain sablon dengan motif menyerupai batik.

    Batik sablon seperti kebanyakan diistilahkan orang saat ini sebenarnya tidak termasuk batik dalam pengertian tradisional. Karena batik dalam pengertian teknik adalah kain yang dikerjakan dengan proses pembatikan celup rintang. Di dalam teknik celup rintang harus melalui tahapan proses pemalaman, pewarnaan, dan penghilangan lilin malam. Pekerjaan seperti ini tidak dijumpai dalam pembuatan batik sablon. Di mana pada batik sablon tidak ada proses pemalaman sehingga proses pelorodan bukan untuk pelepasan lilin malam.

    Teknik printing disebut pula sablon, cetak saring atau serigrafi. Di katakan cetak saring karena alat cetak yang digunakan memiliki prinsip dasar seperti saringan. Seperti kain sutra, polyester, kini telah ditemukan bahan yang disebut monil. Prinsip proses cetak saring atau serigrafi yaitu bahan pewarna diletakkan di atas alat cetak sehingga merembes mengenai kain.

Teknik printing merupakan teknik yang sangat efektif dan efisien di dalam produksi tekstil. Beberapa kelebihan penggunaan teknik printing antara lain :
1. Dapat melakukan penggandaan motif yang sama dengan tidak terbatas.
2. Waktu yang digunakan sangat cepat.
3. Tidak menggunakan proses pelorodan.
4. Tenaga pengerjaan sangat hemat.
5. Warna yang digunakan sangat variatif.

Selintas sejarah serigraf

    Tidak diketahui secara tepat tempat maupun waktu pertama stensil (serigraf) ditemukan. Namun yang diketahui bahwa pada abad 17 di Jepang ditemukan cetakan kain sutra. Pada waktu itu seniman Jepang merekatkan anyaman rambut pada stensil perkamen (merentangkannya pada bagian-bagian terbuka). Anyaman rambut berfungsi sebagai kasa untuk menahan potongan-potongan perkamen tambahan yang akan membentuk gambar desain. Menjelang akhir tahun 1800-an sutra tenunan digunakan sebagai kasa cetak di Perancis, Jerman, dan Inggris. Menjelang tahun 1930-an cetakan kasa sutra menumbuhkan industri yang berkembang pesat. Keuntungan penggunaan cetakan kasa sutra memang nyata sekali. Dari satu stensil dapat dibuat cetakan serupa. Penggandaan seperti ini sangat efisien.

1 komentar:

BATIK KLS 3

BATIK KLS 4

BATIK KLS 5

BATIK KLS 6

Pilih Bahasa

KALENDER

Arsip Blog

Matematika, 4,5,6

M-edukasi

www.m-edukasi.web.id blog guru
Sahabat Edukasi

Tentang Saya