SILABUS DAN RPP

CHAT

Tulisanku

Unduh Kurikulum 2013

Video

Kamis, 23 Agustus 2012

Urut-urutan Pembuatan Batik Printing

       Seperti halnya pekerjaan pembuatan batik tulis maupun cap, dalam batik printingpun harus melalui tahapan-tahapan dan langkah-langkah kerja yang berurutan. Yang dimaksud dengan langkah berurutan yaitu tahapan-tahapan yang saling berkaitan. Satu langkah dapat dikerjakan bila langkah sebelumnya telah selesai dikerjakan. Hal ini juga berarti bahwa di dalam proses pembuatan batik sablon tidak dapat dilaksanakan dua langkah secara bersamaan. Adapun urutan langkah pokok pembuatan batik printing adalah sebagai berikut :

1. Membuat desain (pola) batik
2. Membuat klise (film)
3. Membuat plangkan master
4. Proses penyablonan
5. Finishing

1. Membuat Desain Pola
       Membuat pola atau desain batik sablon sebenarnya hampir sama dengan pembuatan pola atau desain batik tulis maupun cap, yaitu raport pola harus bisa disambungkan ke kanan, ke kiri, atau ke atas.


2. Membuat Klise ( Film )
       Pembuatan klise merupakan langkah yang mutlak harus ada dalam proses pekerjaan batik sablon. Karena dari pekerjaan inilah proses pekerjaan dimulai. Klise batik sablon adalah bahan awal (master) yang nantinya akan dipindahkan ke dalam plangkan screen dan menjadi alat cetak. Film klise adalah gambar pola yang dibuat di atas lembaran mika plastik bening dengan bahan tinta yang pekat dan tidak tembus cahaya. Hal ini disebebkan sistem afdruk menggunakan penyinaran. Langkah ini dapat dikerjakan apabila desain pola di atas kertas sudah jadi. Pemindahan pola ke atas mika plastik bisa dilakukan dengan komputer, namun dapat pula dilakukan dengan tangan. Letakkan plastik mika di atas pola gambar yang telah dibuat di atas kertas, kemudian gambarlah dengan tinta yang khusus untuk pembuatan film sesuai gambar polanya.

3. Membuat Plangkan Master
       Pembuatan plangkan master artinya pembuatan alat cetak yang sebenarnya. Kegiatan ini adalah memindahkan pola rencana yang semula dibuat di atas kertas ke permukaan plangkan.Pekerjaan ini biasanya dikerjakan seorang ahli karena memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi. Pemindahan pola ke dalam screen monil ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu ; pemindahan dengan tangan dan pemindahan dengan tekhnik afdruk.

4. Proses Penyablonan
       Proses penyablonan adalah kegiatan inti dari pekerjaan ini. Kegiatan ini berisi pemindahan pola pada plangkan master ke atas kain mori sehingga menjadi sebuah kain batik printing. Jejak pemindahan ditentukan menurut warna yang dikehendaki. Setiap pola dan warna membutuhkan sekali proses. Dengan demikian bila desain terdiri dari satu warna, maka dibutuhkan sekali penyablonan. Dua warna dua kali proses penyablonan, tiga warna tiga kali proses penyablonan dan seterusnya.

5. Finishing
       Finishing adalah langkah terakhir sebuah proses (pekerjaan) penyablonan. Finishing batik sablon sangat bervariasi tergantung bahan yang digunakan. Untuk sablon dengan bahan prosion, soda kue, dan manutek pengerjaan terakhirnya adalah pelorodan yang berupa pencelupan kain sablo ke dalam air panas setelah diinapkan selama satu malam.
        

1 komentar:

BATIK KLS 3

BATIK KLS 4

BATIK KLS 5

BATIK KLS 6

Pilih Bahasa

KALENDER

Arsip Blog

Matematika, 4,5,6

M-edukasi

www.m-edukasi.web.id blog guru
Sahabat Edukasi

Tentang Saya