SILABUS DAN RPP

CHAT

Tulisanku

Unduh Kurikulum 2013

Video

Senin, 26 Maret 2012

Membuat Batik Cap Sederhana


Kita tentu masih ingat tiga langkah pokok teknik membuat batik yaitu, pemalaman (perintangan), pewarnaan, dan pelepasan lilin malam. Dalam materi ini akan diuraikan cara membuat batik cap sederhana.

A. Cap Sederhana

Teknik batik cap sederhana dapat dibuat dengan berbagai macam media. Media yang di maksud di sini adalah alat cap. Alat cap sederhana dapat dibuat dari berbagai bahan, seperti bambu, rotan, kayu, dan tripleks.
Yang terpenting dalam pembuatan alat cap sederhana adalah dengan membuat pola benda ke atas kain. Permukaan potongan bambu untuk membuat motif dapat berupa lingkaran, lengkungan, dan sebagainya.
Untuk mempermudah memahami alat cap sederhana ini dapat kita bandingkan ketika kita melakukan cetak tinggi dengan bahan ketela, wortel, pelepah pisang, belimbing, dan sebaginya.

B. Membuat Batik Sederhana

Seabelum praktik dilakukan, kalian harus membuat perencanaan. Perencanaan ini berfungsi sebagai pedoman. Dengan demikian, kegiatan yang dilakukan akan terarah. Terarah artinya kegiatan yang tidak menyimpang dari rencana.
Perencanaan sederhana contohnya seperti berikut :
1. Nama Kegiatan                               :  membuat batik sederhana
2. Motif Yang direncanakan                 :  abstrak (kreasi baru)
3. Teknik yang dipilih                           :  cap dan lukis
4. Teknik pewarnaan                           :  celup
5. Pelepasan lilin malam                       :  lorod rebus

Dari perencanaan sederhana di atas kalian dapat memulai langkah selanjutnya, yaitu menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
Bahan yang digunakan antara lain sebagai berikut ;
1. Kain mori                                 :  50 cm x 50 cm
2. Lilin malam                               :  secukupnya
3. Zat pewarna                             :  naphtol kering + garam (AS)
4. Soda abu                                  :  secukupnya
5. Air                                            :  secukupnya
6. Kain tebal                                 :  15 cm x 15 cm

Alat yang digunakan antara lain sebagai berikut ;
1. Wajan datar (dari tutup kaleng)
2. Kompor kecil
3. Kuas ukuran sedang
4. Potongan bambu atau gelas kertas
5. Kawat kecil
6. Kertas koran bekas
7. Ember ukuran sedang

Prosedur pembuatannya sebagai berikut :
1. Perintangan (Pemalaman)
a. Siapkan kompor, wajan kecil, dan lilin malam.
b. Nyalakan kompor dengan api sedang
c. Letakkan wajan di atas kompor dengan lilin malam di dalamnya. Biarkan sampai lilin malam mencair. Perhatikan bongkahan lilin malam jangan terlalu besar. Sesuaikan dengan kapasitas wajan agar tidak tumpah. Jika sudah mencair, api kompor di kecilkan.
d. Siapkan selembar kain mori putih di atas meja kerja yang sudah dilapisi koran bekas. Rapikan kain mori jangan sampai terlipat. Kerapian akan mempengaruhi hasil.
e. Letakkan kain tebal di permukaan wajan. Fungsi kain tebal ini adalah sebagai tempat canting cap mengambil cairan lilin malam . Caranya dengan menempelkan permukaan canting cap ke permukaan kain tebal yang sudah terlumuri cairan lilin malam. Dengan demikian cairan lilin malam yang menempel pada canting cap tidak terlalu banyak.
f. Ambil alat yang akan digunakan sabagai canting cap. Kalian dapat menggunakan potongan bambu atau gelas kertas (bekas gelas mie). Tempelkan permukaan cap tersebut ke kain tebal yang ada di wajan.
g. Permukaan canting yang sudah mengandung cairan lilin malam itu segera ditempelkan pada permukaan mori yang sudah disiapkan.
h. Kalian dapat menambah motif dengan kuas atau menggunakan alat lain.
i. Jika motif sudah sesuai dengan yang kita inginkan, mori diangkat dan diangin-anginkan. Biarkan sampai lilin pada kain mengering kembali.

2. Pewarnaan
Pada perencanaan telah ditentukan pewarnaan menggunakan naphtol kering. Perlu di ketahui bahwa warna naphtol kering tidak langsung menghasilkan warna yang dikehendaki. Warna baru muncul jika hasil pencelupan dengan naphtol dicelup kembali ke dalam cairan garam. Garam yang dimaksud adalah zat kimia khusus untuk memunculkan warana naphtol. Kamu dapat membelinya di toko-toko obat batik. Setiap jenis warna naphtol memiliki kode kimia tersendiri. Demikian pula garamnya. Oleh karena itu ketika membelinya harus memberitahu jenis warna yang diinginkan. Pada praktik kali ini kita akan mencoba menggunakan naphtol AS dengan garam RD. Warna yang dihasilkan adalah merah cerah. Perbandingan naphtol dan garam dengan air adalah sebagai berikut :
a. 7 gram naphtol AS untuk setiap 1 liter air.
b. 18 gram garam RD untuk setiap 1 liter air

3. Pencelupan
a. Larutkan naphtol AS ke dalam air dengan perbandingan 7 gram untuk setiap 1 liter air.
b. Larutkan pula garam RD dalam air dengan perbandingan 18 gram untuk 1 liter.
c. Celupkan kain yang sudah dibatik ke dalam larutan naphtol AS. Usap-usaplah kain dengan telapak tangan
    untuk membantu warna masuk dalam serat kain. Jika sudah rata, kain diangkat. Pada tahap ini warna yang
    diinginkan belummuncul.
d. Kain yang sudah dicelup larutan naphtol kemudian dicelup dengan larutan garam RD. Pada tahap ini warna
    yang diinginkan baru muncul. Lakukan pencelupan sampai warnanya merata.
e. Cucilah kain dengan air bersih kemudian tiriskan.  

4. Pelorodan (Pelepasan) Lapisan lilin malam
Pelepasan malam dengan teknik kerokan dilakukan dengan alat sejenis pisau tumpul. Alat dikerokkan pada lapisan lilin malam sedikit demi sedikit hingga semua lilin terlepas. Untuk membersihkan sisa-sisa lilin malam pada kain dilakukan dengan lorod rebus. Lorod rebus yaitu kain direbus dalam air panas sambil dibolak-balik.

C. Menyiapkan Celupan Warna

Pada pelajaran ini kita sudah menentukan bahan pewarna batik, yaitu bahan sintetis. Bahan warna disebut
pula ubar. Bahan warna sintetis adalah bahan warna kimia buatan pabrik tertentu. Kita akan berkenalan dengan bahan pewarna naphtol.
Naphtol adalah zat warna tekstil untuk celup batik secara cepat. Naphtol memiliki warna yang kuat. Oleh karena itu, batik modern banyak menggunakan jenis pewarna ini.
Pewarna naphtol terdiri atas dua unsur, yaitu naphtol AS sebagai dasar warna dan garam diazonium sebagai pembangkit warna. Garam diazonium biasa disebut garam saja.

.

0 komentar:

BATIK KLS 3

BATIK KLS 4

BATIK KLS 5

BATIK KLS 6

Pilih Bahasa

KALENDER

Arsip Blog

Matematika, 4,5,6

M-edukasi

www.m-edukasi.web.id blog guru
Sahabat Edukasi

Tentang Saya